fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari panggung hukum tanah air. Aktor kenamaan Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik saat menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, kali ini bukan soal detail kasusnya yang bikin heboh, melainkan keberaniannya mengirimkan surat pribadi kepada Presiden Prabowo Subianto. Ammar Zoni seolah memberikan "alarm" bahwa dirinya adalah sosok yang pernah berjasa bagi dunia seni tanah air.
Ammar Zoni kini tengah terjepit dalam pusaran kasus peredaran narkoba yang justru terjadi di dalam rutan. Di tengah situasi yang kian menyudutkan, pria berusia 32 tahun ini mencoba mengetuk pintu hati sang Kepala Negara. Ia tak sekadar meminta kebebasan secara cuma-cuma, melainkan membawa rekam jejak prestasinya sebagai modal untuk mendapatkan pengampunan atau keringanan hukuman.
"Saya Pernah Mengharumkan Nama Indonesia"
Dalam pertemuan dengan awak media pada Minggu, 15 Februari 2026, Ammar Zoni mengungkapkan isi hatinya dengan nada yang sangat emosional. Ia menyadari bahwa posisinya saat ini sebagai pengguna zat terlarang telah merusak reputasinya. Namun, ia bersikeras bahwa negara harus tetap melihat sisi lain dari kontribusinya selama berkarier sebagai pekerja seni.
“Saya katakan, bukan berarti kemarin saya bilang itu aset negara, saya sombong atau bagaimana. Tapi maksud saya, saya adalah pekerja seni yang sudah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia,” ujar Ammar Zoni dengan nada getir di hadapan wartawan.
Mantan suami Irish Bella ini mengakui adanya kontradiksi besar yang menyelimuti hidupnya sekarang. Ia tidak memungkiri kesalahan fatalnya yang telah mencoreng citra positif yang selama ini ia bangun. Meski demikian, ia merasa pernah membanggakan bendera merah putih di kancah internasional melalui karya-karyanya sebelum akhirnya terjerumus ke dalam gelapnya dunia narkotika.
Siap Jadi Justice Collaborator Bongkar Jaringan Narkoba Rutan
Demi membuktikan keseriusannya untuk bertobat, Ammar Zoni menawarkan kesepakatan yang cukup berani kepada aparat penegak hukum. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi justice collaborator. Ammar berjanji akan membantu membongkar jaringan narkoba yang beroperasi di dalam rutan, sebuah isu yang belakangan memang sedang menjadi fokus kementerian terkait.
Langkah ini ia ambil sebagai bagian dari upaya permohonan amnesti atau abolisi kepada Presiden Prabowo. Ammar berharap keberaniannya untuk "bernyanyi" dan mengungkap pelaku-pelaku lain di balik jeruji besi bisa menjadi pertimbangan kuat bagi negara untuk memberinya kesempatan kedua.
Minta Bantuan Media Sampaikan Pesan ke Presiden dan Menteri Imipas
Ammar Zoni juga terlihat sangat berharap pada kekuatan publikasi media agar surat pribadinya tidak hanya tertahan di meja birokrasi. Ia ingin pesan tersebut sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto serta jajaran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Baginya, keterbukaan informasi adalah jalan satu-satunya agar permohonannya didengar secara luas.
“Saya berharap teman-teman media bisa sampaikan kepada Bapak Presiden atas surat pribadi saya untuk memohon. Agar itu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak Presiden untuk memberikan amnesti atau abolisi sebagai justice collaborator,” pungkas ayah dua anak tersebut sebelum mengakhiri keterangannya.