Fin.co.id,Hiburan - PT Bumi Berkah Boga, perusahaan di balik jaringan kedai kopi Kopi Kenangan, dikabarkan tengah menjajaki rencana Initial Public Offering (IPO) yang berpotensi menghimpun dana hingga USD1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal, yang menyebut perusahaan telah berdiskusi dengan sejumlah investasi bank terkait rencana pencatatan saham tersebut.
Meski begitu, manajemen menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai waktu, lokasi, maupun penilaian IPO.
Junxian Li, Vice President Corporate Finance and Development Kopi Kenangan, menyampaikan bahwa diskusi dengan lembaga keuangan merupakan bagian rutin dari evaluasi berbagai opsi strategi dan pembiayaan perusahaan, bukan menunjukkan keputusan yang sudah diambil.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Kopi Kenangan dikabarkan menjajaki rencana Initial Public Offering (IPO) dengan target dana hingga USD1 miliar atau setara Rp17,89 triliun, dengan Singapura disebut sebagai salah satu lokasi pencatatan yang dipertimbangkan.
Sepanjang tahun 2025, pendapatan bersih perusahaan tercatat USD184 juta (tumbuh 45% YoY) dengan laba bersih USD17 juta, dan proyeksi 2026 menunjukkan kinerja EBITDA yang jauh lebih agresif.
Rencana ini muncul di tengah pertumbuhan pesat industri jaringan kedai kopi di Asia Pasifik.
Belum ditunjuknya bank penjamin emisi serta belum ditetapkannya lokasi dan valuasi rencana ini masih dalam tahap eksplorasi.
Namun demikian, langkah Kopi Kenangan mempersiapkan tata kelola layaknya perusahaan publik, seperti yang disampaikan CEO Edward Tirtanata, mengindikasikan keseriusan perusahaan dalam menyongsong potensi IPO tersebut, terlepas dari kapan realisasinya.
Mengapa Bisnis Kedai Kopi Semakin Dilirik Investor
Rencana IPO Kopi Kenangan tidak lepas dari tren besar jaringan industri kedai kopi yang tumbuh pesat, terutama di kawasan Asia. Beberapa faktor pendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
Pergeseran gaya hidup perkotaan, kedai kopi kini menjadi ruang kerja dan ruang sosial, bukan sekadar tempat membeli minuman.
Pertumbuhan pasar global yang signifikan, nilai pasar jaringan kedai kopi ritel dunia mencapai sekitar USD121,4 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan naik menjadi USD176,65 miliar pada tahun 2032, dengan CAGR 4,8% sepanjang tahun 2025–2032.
Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, nilai pasarnya sekitar USD3,51 miliar, menguasai jaringan lokal seperti Kopi Kenangan, disusul Thailand (USD2,25 miliar) dan Vietnam (USD1,34 miliar).
Akselerasi digital, layanan pemesanan bold, program loyalitas berbasis aplikasi, dan integrasi dengan platform pesan-antar mempercepat ekspansi bisnis.