Fin.co.id,Hiburan - Konflik panas yang melibatkan agensi ADOR dan grup idola ternama NewJeans memasuki babak baru yang kian meruncing.
Kali ini, sebuah aduan resmi telah disampaikan kepada pihak kepolisian terkait dugaan pelanggaran privasi dan kebocoran informasi sensitif mengenai status visa milik salah satu anggotanya, Hanni.
ADOR, agensi NewJeans, telah melaporkan ke polisi atas tuduhan membocorkan informasi visa pribadi anggota Hanni kepada media.
Kritikus budaya Kim Sungsoo mengatakan bahwa ia telah mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Yongsan di pusat Seoul terhadap ADOR dan para eksekutif serta karyawannya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi.
Laporan hukum ini dipicu oleh beredarnya dokumen dan detail pribadi terkait izin tinggal serta dokumen imigrasi Hanni di ruang publik tanpa persetujuan resmi.
Tindakan ini dinilai tidak hanya merugikan artis secara pribadi, tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi di Korea Selatan.
Kim menuduh bahwa ADOR memberikan informasi pribadi Hanni yang berkaitan dengan visa, yang diperolehnya selama proses penanganan kontrak eksklusifnya, kepada media tanpa persetujuannya selama kolase kontrak agensi dengan penyanyi tersebut.
Di antara informasi yang dirilis adalah jenis visa hiburan E-6 milik Hanni, tanggal kadaluarsanya, dan status permohonan perpanjangan visanya, kata kritik tersebut.
Kim mengatakan, "Tanggal kadaluarsa visa penduduk asing dan perkembangan permohonan perpanjangan visa adalah informasi yang hanya diketahui oleh otoritas imigrasi, individu yang bersangkutan, dan lembaga yang menangani proses administrasi,"
"Sulit untuk memahami bagaimana informasi internal yang tidak dapat diperoleh melalui pelaporan biasa dapat diungkapkan melalui sumber anonim yang digambarkan sebagai 'beberapa perwakilan industri musik'," tambahnya.
Kim juga menuduh bahwa ADOR berusaha mendapatkan keuntungan dalam memecahkan kontraknya dengan menggunakan informasi visa Hanni untuk menyebarkan persepsi bahwa dia dapat menjadi imigran ilegal.
Pihak pelapor mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap manajemen ADOR.
Agensi yang dianggap lalai atau bahkan sengaja membocorkan informasi rahasia yang berkaitan dengan dokumen keimigrasian penyanyi berkebangsaan Vietnam-Australia tersebut diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Isu visa ini sebelumnya sempat menjadi bahan spekulasi publik di tengah ketegangan antara manajemen HYBE, ADOR, dan para anggota NewJeans.
Namun, pembocoran data spesifik mengenai izin kerja dan dokumen legal sang idola dinilai sudah melewati batas kewajaran dalam hubungan kerja korporasi.
Jika terbukti bersalah atas kelalaian atau sengaja membocorkan data pribadi artisnya, ADOR dan pihak-pihak terkait dapat menghadapi konsekuensi hukum yang serius, mulai dari denda administratif hingga hukuman pidana bagi oknum yang bertanggung jawab.
Kasus ini pun memicu gelombang simpati dari para penggemar global ( Bunnies ) yang menuntut perlindungan hak asasi serta privasi yang lebih ketat bagi para idola asing yang bekerja di industri hiburan Korea Selatan.
Banyak pihak menilai acara ini sebagai pelajaran penting bagi seluruh agensi hiburan untuk menjaga keamanan data internal mereka.
Data Imigrasi Bocor ke Publik, ADOR Diseret ke Jalur Hukum Terkait Kasus Hak Asasi Hanni NewJeans!
entertainment.fin.co.id - 30/07/2026, 11:00 WIB
Tim Redaksi