Serba Serbi . 06/08/2026, 14:30 WIB
Penulis : Dimas Satriyo Nugro | Editor : Dimas Satriyo Nugro
Fin.co.id,Hiburan - Sebuah konten akan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan jika kita mengetahui kunci keberhasilannya.
Situasi ekonomi yang tidak menentu membuat perekonomian individu menjadi terhambat, karir yang tidak memiliki masa depan, atau bahkan kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap.
Kita dituntut menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Salah satu cara yang bisa diterapkan dengan cepat adalah menjadi seorang pembuat konten Youtube.
Marapthon, acara livestream nonstop yang digawangi kreator konten Reza Oktovian (Reza Arap) dan teman-temannya AAA Clan, dalam waktu singkat menjelma menjadi fenomena internet yang sensasional.
Sejak season pertama akhir 2024 lalu hingga season 3 yang rampung kemarin, puluhan juta orang rela menyaksikan “subathon” ini di kanal YouTube YB.
Subathon adalah kependekan dari berlangganan marathon.
Pada dasarnya, ini merupakan tantangan bagi streamer untuk menyiarkan siaran langsungnya berdasarkan jumlah penonton dan pelanggan mereka secara real-time.
Secara kasat mata, format acara Marapthon hanya berupa ngalor-ngidul ala dialog warung kopi.
Lalu para pesohor dan tokoh, mulai dari musisi lokal seperti Ariel Noah, musisi internasional seperti Rich Bryan, hingga praktisi medis senior seperti dr Boyke berkenan berpartisipasi.
Marapthon adalah peristiwa media yang unik karena ditayangkan oleh para penontonnya sebagai bagian dari acara.
Dari acara ini, kita melihat hubungan antara pembawa acara dan penonton dalam livestream dapat membentuk periode emosional dan rasa komunitas yang kuat.
Penonton menonton siaran sambil menyampaikan momen tertentu, memotongnya menjadi klip, menyebarkannya, memperdebatkannya, bahkan cekcok dengan para host. Semua itu justru menjadi bagian dari percakapan publik.
Siaran utama hanya berfungsi seperti mesin produksi momen.
Setelah itu, berbagai potongan momen bergerak ke platform lain: dipotong, diberi konteks baru, dikomentari, diperdebatkan, lalu disebarkan ulang.
Dinamika ini disebut spreadable media, yaitu media digital tidak hanya menyebar karena didistribusikan oleh produsen, tetapi karena audiens ikut menyebarkan, menilai, memaknai, dan mengalirkannya ke jaringan mereka sendiri.
Di dalam Marapthon menjadi menarik. Ia tidak hanya membatasi acara yang ditonton, tetapi juga acara yang terus diproduksi ulang oleh penontonnya melalui klip, komentar, meme, dan percakapan lintas platform.
Kita tidak perlu lagi membahas perputaran cuan jika melihat besarnya lalu lintas dan perhatian masyarakat pada siaran langsung ini. Bisa dipastikan ada antrean panjang brand dan sponsor yang ingin masuk ke dalam Marapthon.
Namun, dimensi ekonomi yang menarik bagi kita adalah donasi.
Dalam livestream, donasi tidak selalu hanya berfungsi sebagai dukungan kepada kreator tetapi juga memberi peluang bagi donatur untuk mendapatkan visibilitas.
Semakin banyak komentar, klik, durasi menonton, dan interaksi penonton semakin besar juga nilai bagi platform. Acara ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menarik perhatian: perhatian pembawa acara dan audiens menjadi komoditas yang bisa diperebutkan, dibeli, dan dimanfaatkan untuk promosi.
PT.Portal Indonesia Media
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id