Selebriti . 12/08/2026, 10:39 WIB
Penulis : Dimas Satriyo Nugro | Editor : Dimas Satriyo Nugro
Fin.co.id, Hiburan - Di tengah kontroversi seputar terungkapnya bahwa kakek buyut Hayoung(33, Ahn Hayoung) adalah seorang kolaborator pro-Jepang, sebuah unggahan yang ditulis seseorang 13 tahun lalu menarik perhatian.
Pada Mei 2013, seorang pengguna mengunggah di komunitas online dengan judul "Saya mengaku karena anonim," yang menyatakan, "Kakek buyut saya adalah seorang tabib kerajaan yang karakteristiknya meracuni Kaisar Gojong."
Pengguna tersebut melanjutkan, "Saya baru mengetahui empat tahun yang lalu. Dia bahkan muncul di TV. Saya hanya akan menyebutkan namanya secara singkat," menambahkan, "Sejujurnya, keluarga saya kaya. Saya sendiri tidak tahu detailnya, tetapi saya mendengar mereka kaya selama beberapa generasi."
Pengguna tersebut mengungkapkan kemarahannya, dengan mengatakan, "Mengingat mereka hidup sejahtera tanpa masalah besar bahkan selama masa penjajahan Jepang, dimulai dari kakek buyut saya, kakek saya pasti juga berkolaborasi dengan Jepang. Ini sangat menjijikkan. Bahwa saya dilahirkan dalam keluarga ini."
Hayoung tidak pernah lupa menyebutkan "kakek buyutnya" sejak tahun lalu. Kakek buyut Hayoung adalah Ahn Sang-ho, orang pertama yang membuka klinik pengobatan Barat di Hanyang, tetapi istrinya adalah orang Jepang, dan dia adalah kolaborator pro-Jepang yang diperkenalkan oleh Maeil Sinbo (organisasi resmi Pemerintah Jenderal Jepang di Korea) pada tahun 1918 sebagai contoh model "Ilseondongche" (istilah yang digunakan selama periode kolonial Jepang untuk menghapus identitas nasional Korea dan membangun gaya hidup Jepang). Penyebutan "muncul di TV empat tahun lalu" dalam sebuah unggahan dari 13 tahun lalu Merujuk pada siaran " History Special" KBS pada 15 Agustus 2009.
Siaran tersebut membahas kebenaran di balik kematian Kaisar Gojong dan Menyebutkan Ahn Sang-ho. Siaran itu disertai pernyataan, "Ada rumor bahwa itu karena Min Byeong-seok dan Yun Deok-yeong bersekongkol dengan pejabat Pemerintah Jenderal dan memerintahkan Ahn Sang-ho untuk menggunakan racun..."
Agensi Hayoung, Bisters Entertainment, meminta maaf terlambat hanya satu hari setelah secara prematur menyatakan bahwa tuduhan itu "tidak berdasar," dengan mengatakan, "Kami telah mengkonfirmasi catatan yang menunjukkan namanya dalam daftar anggota dewan Asosiasi Persahabatan Taisho pada tahun 1916."
PT.Portal Indonesia Media
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id