Selebriti . 14/09/2026, 16:51 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Maudy Ayunda melayangkan permohonan maaf secara terbuka setelah konten video mengenai penerapan konsep mindfulness di tengah rentetan kabar buruk memicu gelombang kritik dari warganet.
Kontroversi ini bermula ketika Maudy mengunggah video opini bertajuk Mindfulness in the Age of Bad News pada 21 Agustus 2026.
Dalam konten tersebut, ia membagikan pengalaman pribadinya yang merasa kewalahan secara emosional dalam menyikapi berbagai berita duka di Indonesia. Isu yang disorot mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, hingga sejumlah kebijakan pemerintah.
Demi menjaga stabilitas kesehatan mentalnya yang sensitif, Maudy memilih mempraktikkan "diet" berita guna membatasi paparan informasi harian.
"Jadi aku enggak seharian mengekspos diri aku terhadap bad news ini karena ya sekali lagi, itu bisa bikin patah semangat, itu bisa bener-bener bikin disfungsional," ujar Maudy dalam video tersebut.
Kendati demikian, saran untuk menyaring serta menjauhi paparan berita negatif itu justru menuai kecaman luas. Publik menilai pandangan tersebut sangat tidak peka atau tone-deaf terhadap kondisi masyarakat yang terdampak langsung.
Sejumlah warganet menegaskan bahwa berbagai peristiwa buruk tersebut bukan sekadar informasi yang bisa diabaikan begitu saja, melainkan realitas pahit yang mengancam keselamatan hidup mereka.
Kolom komentar unggahan itu lantas dibanjiri kritik tajam dari netizen yang menyayangkan sikap sang figur publik. Sebagian besar menilai langkah membatasi informasi merupakan bentuk privilese yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Menanggapi kritik yang terus mengalir, Maudy akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui komentar yang disematkan pada unggahannya, Minggu (13/9). Ia menyadari adanya sudut pandang krusial yang terabaikan saat menyusun opini tersebut.
"Bisa melangkah jauh dari berita itu sendiri adalah sebuah privilese. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya," tulis Maudy.
Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menjadikan konsep mindfulness sebagai pembenaran untuk bersikap acuh tak acuh. Maudy berdalih tujuannya hanya membagikan cara menjaga ketahanan mental, serta menyatakan siap menerima seluruh masukan publik sebagai bentuk pembelajaran.
PT.Portal Indonesia Media
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id