Serba Serbi . 01/10/2026, 10:58 WIB

Bagaimana Strategi KB BANK Menepis Monokultur Pembiayaan

Penulis : Dimas Satriyo Nugro  |  Editor : Dimas Satriyo Nugro

Fin.co.id, Hiburan - Dalam belantara industri modern yang padat modal dan teknologi, pandangan mekanistik semacam itu telah lama beredar. Uang, atau lebih tepatnya arsitektur intermediasi perbankan, adalah medan gravitasi. Ia menentukan di mana pabrik-pabrik baru didirikan, seberapa banyak bahan baku yang bocor dari dermaga ke lini perakitan, dan apakah para pemasok skala kecil mampu bertahan hidup ketika siklus ekonomi tiba-tiba hipotek mur.

Di segmen korporasi, Wholesale Banking KB Bank memperluas arsitektur pelayanan terpadu melalui tiga pilar pembiayaan—Corporate Banking, Commercial Banking, dan Enterprise Banking—yang dipadukan dengan keseluruhan pilar operasional Transaction Banking. Hingga paruh pertama tahun 2026, total pembiayaan grosir mencapai Rp30,28 triliun, dengan portofolio kredit berkategori normal (normal loan) tumbuh sehat mencapai Rp22,77 triliun.

Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi, menegaskan bahwa hakikat hubungan perbankan korporasi masa kini telah berevolusi dari sekadar urusan pinjam-meminjam uang menjadi kemitraan strategis yang mendalam.

“Wholesale Banking bagi kami bukan hanya tentang penyaluran pembiayaan. Kami ingin menjadi mitra strategis yang memahami kebutuhan bisnis nasabah secara menyeluruh, dari pembiayaan, transaksi, treasury, dan solusi perbankan lainnya,” katanya.

Filosofi tersebut diartikulasikan ke dalam empat prinsip pertumbuhan terarah .

  • Pertama, Berbasis Ekosistem: Menolak cara pandang lintas sektoral yang sempit. Bank mengunci hubungan dengan korporasi jangkar (anchor company), lalu secara organik merangsek melayani rantai nilai di sekitarnya—pemasok bahan baku, agen logistik, distributor ritel, hingga para pekerjanya.

  • Kedua, Dipimpin Transaksi: Menguasai lalu lintas kas harian pelanggan terlebih dahulu. Pinjaman modal kerja atau ekspansi pabrik diberikan sebagai konsekuensi logistik dari kelanjutan transaksi yang telah teruji, bukan sebaliknya.

  • Ketiga, Quality before volume: Disiplin kredit yang konsisten demi menjamin pertumbuhan laba yang berkesinambungan dan terbebas dari jebakan pengangkutan kredit macet.

  • Keempat, Hubungan Korea-Indonesia: Mengonversi hubungan ekonomi bilateral kedua negara menjadi jalur sutra pembiayaan dan perdagangan modern.

Jika pembiayaan investasi diibaratkan sebagai fondasi dermaga, maka transaksi perbankan adalah kanal navigasi yang mengatur arus keluar-masuk kapal barang agar tidak saling bertubrukan. Banyak perusahaan modern mengalami krisis bukan karena ketiadaan laba di atas kertas akuntansi, melainkan karena tata kelola likuiditas yang kacau—dana operasional terserak di belasan bank yang berbeda, rekonsiliasi pencarian berjalan manual, dan melewati batas pembayaran batasan gangguan kredibilitas kliring.

Merespons inefisiensi tersebut, KB Bank menghadirkan platform digital KBstarbiz sebagai jantung dari solusi One KB Solutions. Layanan ini mencakup tujuh modul krusial bisnis: manajemen likuiditas (cash sweeping dan notional pooling), pengumpulan (virtual account, QRIS, dan auto-debit), pembayaran korporasi domestik hingga antarnegara (BI-FAST, RTGS, dan cross-border Swift), pembiayaan perdagangan (trade finance dan garansi bank), fasilitas treasury dengan integrasi API kurs valas, administrasi dana kustodian, hingga fasilitas pembiayaan karyawan (employee benefit program).

           
© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id