Drama Jelang Tayang! Film Animasi ‘Merah Putih: One for All’ Sempat Ditolak XXI, Kini Tak jadi Masuk Bioskop

entertainment.fin.co.id - 13/08/2025, 21:15 WIB

Drama Jelang Tayang! Film Animasi ‘Merah Putih: One for All’ Sempat Ditolak XXI, Kini Tak jadi Masuk Bioskop

Ilustrasi film animasi Merah Putih One for All

fin.co.id - Jelang penayangan perdananya pada 14 Agustus 2025, film animasi Merah Putih: One for All kembali menjadi bahan perbincangan publik. Sutradara film ini, Endiarto, secara terbuka mengungkapkan bahwa karya mereka sempat ditolak oleh pihak Cinema XXI dan diminta melakukan revisi sebelum akhirnya diizinkan tayang. Tak hanya itu, kabar terbaru menyebutkan film ini tidak masuk daftar penayangan di sejumlah bioskop tertentu.

Pengakuan Sutradara: Film Sempat Ditolak dan Direvisi

Dalam konferensi pers di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 Agustus 2025, Endiarto menceritakan proses yang dilalui timnya. Ia mengatakan pihak XXI awalnya menolak Digital Cinema Package (DCP) film mereka karena belum memenuhi standar teknis yang berlaku.

“Kami melakukan standar biasa, mengirim surat, tapi ada penolakan, ada revisi, dan kami lakukan. Ada suaranya over, ada hal teknis lain yang perlu diperbaiki, dan kami perbaiki,” ujarnya.

Advertisement

Alasan Penolakan: Standar Kualitas XXI

Pihak bioskop, kata Endiarto, memiliki standar ketat untuk memastikan pengalaman menonton terbaik. Revisi DCP yang diminta meliputi perbaikan kualitas suara dan beberapa aspek teknis lainnya. Proses ini berlangsung cukup intens, mengingat jadwal tayang yang sudah dekat.

“Kemungkinan, pertimbangan mereka sama seperti kami. Mereka ingin ikut berkontribusi dalam kemeriahan ini dengan memberikan layar terbaik, walaupun jumlahnya terbatas,” tambahnya.

Kritik Publik terhadap Kualitas Trailer

Permintaan revisi dari XXI ini sejalan dengan kritik warganet sejak perilisan trailer film. Banyak penonton menilai kualitas animasi masih kurang matang, gerakan karakter terasa kaku, dan aspek visual belum siap untuk layar lebar. Hal ini memunculkan keraguan publik, namun pernyataan Endiarto diyakini sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas karya.

Kerja Keras Tim Produksi

Endiarto menegaskan bahwa timnya bekerja siang dan malam demi memenuhi standar yang diminta. “Kami sangat bersyukur film ini akhirnya bisa tayang. Revisi ini adalah bagian dari upaya kami memberikan hasil terbaik untuk penonton,” jelasnya. Pernyataan ini membuat publik penasaran sejauh mana perubahan yang terjadi setelah revisi.

Tidak Masuk di Beberapa Bioskop

Meski sudah mendapatkan lampu hijau dari XXI, nyatanya tidak semua bioskop akan memutar film ini. Sejumlah bioskop besar mengonfirmasi bahwa Merah Putih: One for All tidak masuk daftar penayangan mereka.

Advertisement

Sylvia, petugas di CGV Aeon Jakarta Garden City, mengungkapkan, “Untuk besok dan beberapa hari ke depan, film animasi Merah Putih: One for All tidak ada dalam daftar penayangan kami. Jadwal dari pusat tidak mencantumkan film itu. Hanya ada film Tinggal Meninggal.”

Konfirmasi dari Cinema XXI Bekasi

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID

-->