fin.co.id — Konten kreator kontroversial Vadel Badjideh kembali menjadi sorotan publik! Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat vonisnya menjadi 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, setelah permohonan bandingnya ditolak. Putusan ini mengejutkan banyak pihak karena jauh lebih tinggi dibanding vonis awal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang hanya 9 tahun.
Majelis Hakim Tegaskan Hukuman
Majelis Hakim PT DKI Jakarta menegaskan, “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun dan denda Rp 1 miliar, apabila denda tidak dibayar diganti dengan kurungan enam bulan.” Keputusan ini menandai titik tegas pengadilan dalam menegakkan hukum terkait kasus persetubuhan anak di bawah umur dan aborsi yang melibatkan Vadel.
Dari Vonis Ringan ke Hukuman Maksimal
Di tingkat pertama, PN Jakarta Selatan memvonis Vadel Badjideh dengan 9 tahun penjara. Angka ini berada di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut 12 tahun. Kini, putusan banding PT DKI Jakarta menyamakan hukuman Vadel dengan tuntutan JPU.
Ringkasan Vonis
- Vonis PN Jakarta Selatan: 9 tahun + denda Rp 1 miliar
- Tuntutan JPU: 12 tahun + denda Rp 1 miliar
- Vonis PT DKI Jakarta: 12 tahun + denda Rp 1 miliar
Apabila Vadel gagal membayar denda, hukuman diganti kurungan enam bulan. Putusan ini sekaligus menegaskan bahwa hukum di Indonesia tidak main-main menghadapi kasus kriminal yang menyangkut anak di bawah umur.
Alasan Perberatan Vonis
Majelis hakim menegaskan bahwa perbuatan Vadel terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Terdakwa terbukti terlibat dalam persetubuhan di bawah umur dan aborsi, sehingga hukuman diperberat menjadi 12 tahun penjara.
Kasus ini bermula dari laporan artis Nikita Mirzani terkait dugaan tindakan asusila dan kekerasan seksual yang dilakukan Vadel terhadap putrinya, LM, yang saat itu masih di bawah umur. Persidangan yang berlangsung sejak Juni 2025 menjadi perhatian publik karena melibatkan figur publik dan isu sensitif soal perlindungan anak.
Apa Kata Publik dan Langkah Hukum Selanjutnya?
Hingga kini, kuasa hukum Vadel belum memberikan keterangan resmi terkait langkah hukum selanjutnya. Publik pun bertanya-tanya, apakah Vadel akan menerima putusan ini atau melanjutkan upaya hukum ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).