fin.co.id - Aktor sinetron Ammar Zoni kini tengah menjalani masa tahanan di Lapas Nusakambangan. Namun, kabar terbaru mengenai kondisinya menimbulkan keprihatinan dari orang-orang terdekat, terutama soal dampak psikologis yang mulai dirasakannya selama berada di balik jeruji.
Ibu angkatnya, Titik Haryanti, mengungkapkan bahwa situasi di lapas dengan pengawasan ketat bisa memberikan tekanan berat terhadap mental Ammar. Ia khawatir kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan psikologis serius jika dibiarkan.
“Dia akan mengalami stres, kecemasan, sampai kepada depresi, dan nanti meningkat sampai kepada gangguan jiwa. Itu yang tidak diharapkan oleh kami semuanya,” ujar Titik Haryanti saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Titik menjelaskan bahwa Ammar mulai merasakan keluhan fisik akibat aktivitas yang sangat terbatas di dalam lapas. Aturan yang memperbolehkan tahanan keluar ruangan hanya selama satu jam per hari membuatnya sulit bergerak bebas.
“Kakinya mulai kebas karena untuk keluar itu hanya 1 jam,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan penutup mata saat di luar sel juga disebut mulai menimbulkan efek tidak nyaman.
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Kamelia, kekasih Ammar Zoni yang berprofesi sebagai dokter gigi. Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan Ammar melalui panggilan video dan menyebut kondisi sang aktor tampak jauh lebih memprihatinkan dari yang terlihat di media.
“Nanti coba minta rekaman sama Om Jon itu lebih, lebih menyedihkan sebenarnya dibanding yang tersebar sama kalian,” ungkap Kamelia.
Kamelia menegaskan bahwa sistem hukum di Indonesia seharusnya bisa lebih adil dalam memperlakukan narapidana, termasuk Ammar. Ia berharap tidak ada perlakuan diskriminatif yang membuat tahanan kehilangan hak-haknya sebagai manusia.
“Aku sih cuma minta di Indonesia ini hukumnya jangan memilah-milah,” harapnya.
Komunikasi antara Ammar dan keluarganya kini juga sangat terbatas. Kamelia hanya bisa berhubungan melalui kuasa hukum yang menjadi perantara. Ia menilai ada hal yang janggal dalam proses hukum yang membuat Ammar dipindahkan ke Nusakambangan secara mendadak.
“Kejanggalannya ya karena aku tahu di dalam itu kejadiannya seperti apa aku tahu. Dia juga udah di sel T, udah, menurutku udah selesai. Menurut aku pasti bisa sembuh, karena dia sakit. Sebenarnya kan penyalahgunaan narkotika,” tuturnya.
Pemindahan Ammar Zoni ke Lapas Nusakambangan dilakukan pada Kamis, 16 Oktober 2025, bersama lima warga binaan lainnya yang dikategorikan sebagai tahanan berisiko tinggi.
Meski demikian, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk mengasingkan, melainkan sebagai bagian dari pembinaan bagi para tahanan agar dapat berubah ke arah yang lebih baik. Hal itu disampaikan oleh Rika Aprianti, Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pemasyarakatan.
“Diharapkan langkah ini dapat mengubah perilaku mereka menjadi warga binaan yang lebih baik, sesuai tujuan sistem pemasyarakatan,” kata Rika. *