fin.co.id - Solois asal Tangerang Selatan, Jescara, resmi membuka perjalanan musiknya lewat perilisan single perdana berjudul “Maafkan Aku” pada 28 November 2025.
Lagu ini menjadi pengantar perkenalan Jescara sebagai penulis lagu yang berangkat dari pengalaman pribadi, namun relevan dengan banyak orang.
Menariknya, “Maafkan Aku” bukanlah karya yang lahir secara instan. Lagu ini ditulis di masa pandemi, saat ruang refleksi terasa lebih sunyi.
Namun, proses pencarian bentuk akhirnya justru memakan waktu panjang hingga lima tahun, sebelum akhirnya menemukan versi final yang dirasa paling jujur.
Secara tematik, lagu ini menangkap momen kesadaran seseorang yang terlalu lama bersembunyi di balik mimpi dan berbagai alasan.
Pada titik tertentu, realitas memaksa untuk bangun, meski harus menghadapi rasa kehilangan, keraguan, dan penyesalan.
Jescara menggambarkan bagaimana ilusi yang semula terasa aman perlahan menggerus kepercayaan diri, bahkan memengaruhi relasi dengan orang-orang terdekat.
Dalam proses produksi, Jescara terlibat secara aktif. Ia berperan sebagai co-producer, sekaligus mengerjakan aransemen lagu, serta mengisi instrumen gitar dan piano.
Untuk menyempurnakan karya ini, ia menggandeng sejumlah musisi berpengalaman, di antaranya Adi Alam sebagai produser dan mixing engineer, Rhesa Aditya (Endah N Rhesa) sebagai mastering engineer, Samuel PG pada drum, Madeline Ruth pada bas, serta Januar Galih sebagai vocal director.
Dari sisi musikal, “Maafkan Aku” dibangun di atas warna akustik pop yang hangat.
Jescara mengaku terinspirasi dari karya Cody Simpson – “Let Go” dan John Mayer – “Stop This Train”, yang sama-sama kuat dalam menyampaikan emosi lewat kesederhanaan aransemen.
Single ini juga menjadi pembuka jalan, menuju album penuh perdana Jescara yang direncanakan rilis pada 2027.
Ia melihat “Maafkan Aku” sebagai fondasi awal untuk memperkenalkan identitas musikalnya ke pendengar yang lebih luas.
Tak hanya soal rilisan, Jescara juga menyimpan mimpi besar soal panggung. Di lingkup lokal, ia menilai Earhouse Pamulang sebagai ruang penting bagi musisi baru untuk bertumbuh.
Sementara di skala nasional, ia berharap suatu hari bisa tampil di festival-festival besar seperti Synchronize Fest, LaLaLa Fest, hingga Java Jazz.