fin.co.id - Jakarta International Velodrome semalam berubah menjadi saksi sejarah musik Tanah Air saat Rhoma Irama menggelar konser bertajuk “Rhoma Irama Selebrasi 55th Soneta”. Acara ini bukan sekadar konser, melainkan perayaan perjalanan panjang sang Raja Dangdut bersama grup legendarisnya, Soneta, yang telah mewarnai industri musik Indonesia selama lebih dari lima dekade.
Momen paling mencuri perhatian tentu saja saat Rhoma Irama, yang akrab disapa Bang Haji, membawakan lagu pop barat hits dari film Disney Aladdin, “A Whole New World”, bersama Yuni Shara. Penampilan ini terasa sangat spesial karena menunjukkan sisi lain Rhoma sebagai penyanyi pop, jauh sebelum ia terkenal sebagai ikon dangdut.
“Boleh sombong sedikit, dulu saya pernah juara menyanyi pop di Asia Tenggara,” candanya di atas panggung, membuat penonton bersorak. Fakta menariknya, Rhoma memang pernah menjuarai Festival Pop Singer Asia pada 1972 dengan lagu berbahasa Inggris berjudul “I Who Have Nothing”. Prestasi ini membuktikan kualitas vokalnya di level internasional, jauh sebelum namanya identik dengan musik dangdut dan Soneta Group.
Keseruan malam itu tidak berhenti pada lagu pop. Rhoma kembali berduet dengan Yuni Shara, namun kali ini membawakan tembang dangdut legendaris, “Cuma Kamu”. Penampilan Yuni Shara memukau dengan gaun hitam elegan, sambil menegaskan kemampuannya beradaptasi dengan musik dangdut. “Saya besar bersama lagu-lagu Soneta, jadi saya paham, meski kemampuan saya tidak begitu banyak (dalam musik dangdut),” ujarnya.
Selain Yuni Shara, konser ini juga menghadirkan bintang tamu lain yang memanaskan suasana. Penyanyi rock legendaris Nicky Astria membuka penampilan dengan lagu “Adu Domba” berkolaborasi bersama Rhoma. Sementara itu, Armand Maulana menambah warna pop lewat tembang “Darah Muda” dan “Santai” dengan aransemen yang lebih modern.
Konser ini menjadi bukti nyata konsistensi Rhoma Irama dan Soneta Group dalam menghadirkan karya musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral dan sosial. Deretan lagu legendaris seperti “Begadang”, “Judi”, “Malam Minggu”, “Gala Gala”, hingga “Muskurane” mengalun sepanjang malam, membawa penonton seakan bernostalgia sekaligus merayakan perjalanan musik dangdut Indonesia.
Selain hiburan, konser ini juga menjadi ajang apresiasi bagi penggemar setia Rhoma Irama, yang dikenal sebagai Forsa. Mereka telah mengikuti perjalanan sang Raja Dangdut dan Soneta Group selama 55 tahun, mendukung karya-karya yang tetap relevan meski zaman terus berubah.
Dengan kombinasi musik pop dan dangdut, serta kehadiran bintang tamu ternama, “Rhoma Irama Selebrasi 55th Soneta” menjadi konser yang tidak hanya menghibur, tapi juga menjadi tonggak sejarah yang layak diingat dalam industri musik Indonesia. Para penonton tak hanya menyaksikan pertunjukan musik, tetapi juga merasakan aura perjalanan panjang dan pencapaian Rhoma Irama yang luar biasa.
Bagi pecinta musik, momen ini membuktikan bahwa kualitas vokal dan karya musik yang konsisten bisa melintasi generasi dan genre. Rhoma Irama membuktikan, meski identik dengan dangdut, kemampuannya sebagai penyanyi pop tetap patut diperhitungkan. Kolaborasi dengan Yuni Shara, Nicky Astria, dan Armand Maulana menegaskan bahwa musik tidak mengenal batas, tetapi menyatukan semua penggemarnya dalam satu panggung megah di Jakarta International Velodrome. (ANTARA)