fin.co.id - Jika dulu nama Belanda lekat dengan sejarah kolonialisme di negara Indonesia, namun kini ceritanya sudah berubah arah.
Di era globalisasi dan musik digital, justru dari negeri kincir angin itulah bahasa Indonesia ikut bergema ke berbagai penjuru dunia.
Fenomena ini datang dari Nusantara Beat, sebuah band asal Amsterdam yang sukses mencuri perhatian karena konsisten membawakan lagu berbahasa Indonesia.
Uniknya musik mereka bukan pop biasa, melainkan bernuansa psychedelic retro yang kental dengan aroma tahun 1970-an.
Nusantara Beat, Band Belanda dengan Jiwa Nusantar
Nusantara Beat merupakan grup musik psychedelic yang berbasis di Amsterdam, Belanda.
Band ini digawangi oleh enam personel, yakni Jordy Sanger, Megan de Klerk, Michael Joshua, Rouzy Portier, Sonny Groeneveld, dan Gino Groeneveld.
Sorotan utama publik tertuju pada Megan de Klerk, sang vokalis, yang menyanyikan seluruh lagu dengan bahasa Indonesia yang fasih.
Pelafalannya yang natural, membuat banyak pendengar mengira Nusantara Beat berasal dari Indonesia.
Tak sedikit warganet yang mengaku kaget, setelah mengetahui fakta bahwa band ini sepenuhnya berbasis di Eropa.
Album Debut Bernuansa Retro, Tapi Tetap Relevan
Nusantara Beat telah merilis album debut bertajuk “Nusantara Beat”, yang berisi 11 lagu.
Album ini menghadirkan warna musik unik dengan sentuhan funk, rock, dan psychedelic, seolah membawa pendengar kembali ke era kaset pita dan vinyl.
Beberapa lagu dalam album tersebut antara lain Ke Masa Lal, Kelangkang, Di Pantai, Bunga Mekar, Ular Ular, Kupu Kupu, Gapura, Hilang Kendal, Tamat, Bakar, Cinta Itu Menyakitkan.
Tak hanya itu, Nusantara Beat juga merilis lima single non-album, yaitu Djanger, Sifat Manusia, Mang Becak, Layung, dan Kota Bandung.