fin.co.id - Setelah sukses mencuri perhatian dengan single “Aku Dah Lupa”, konten kreator MikkyZia kembali menyapa penggemar musik Indonesia.
Kali ini mereka menggandeng penyanyi muda Zara Leola untuk membawakan ulang lagu klasik karya Titiek Puspa, “Apanya Dong”, yang dirilis pada 10 Desember.
Proyek ini dipercayakan kepada Fadly sebagai produser, yang sebelumnya juga menangani dua single MikkyZia “Aku Dah Lupa” dan “Aku Bilang Jangan”.
Dengan ciri khas hipdut atau perpaduan hip-hop dan dangdut, lagu Apanya Dong kini hadir dengan warna musik lebih modern tanpa kehilangan nuansa aslinya.
Bagi Zara Leola, kolaborasi ini jadi pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri. Ia mengaku, harus menyesuaikan diri dengan genre yang belum pernah ia geluti sebelumnya.
“Saat pertama kali ditawari oleh A&R Musica, jadwal syutingku sedang padat. Namun, aku bertekad untuk mewujudkan proyek MikkyZia x Zara ini karena belum pernah menyanyikan lagu dengan genre hipdut. Saat akhirnya bisa terwujud, aku senang sekali karena bisa mencoba hal yang baru,” ungkap Zara dalam siaran pers.
Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menandai pengalaman pertama Mikky dan Zia bekerja sama dengan Musica Studios, salah satu label musik legendaris di Indonesia.
“Saat dikabari bahwa akan menyanyikan single bersama Zara Leola, aku dan Mikky benar-benar bersemangat. Prosesnya pengerjaannya juga cukup singkat, hanya sekitar satu sampai dua bulan. Proses rekaman juga berjalan cepat karena aku dan Mikky hanya butuh waktu satu hari,” ucap Zia.
Mikky menambahkan, bahwa lagu Apanya Dong sudah dipilih pihak label sejak awal sebagai pembuka proyek kolaborasi ini.
“Lagu ‘Apanya Dong’ ini memang sudah ditentukan sejak awal oleh pihak label untuk dijadikan pembuka bagi kolaborasi Sony Music Indonesia dan Musica Studios.
Tantangan saat pengerjaan nyaris tidak ada karena ini lagu yang aku suka, jadi membawakannya terasa menyenangkan, apalagi ditambah dengan kolaborasi kami bersama Zara Leola,” jelas Mikky.
Dengan aransemen kekinian dan energi baru, mereka berharap lagu ini bisa diterima oleh pendengar lintas generasi, dari penggemar musik lawas hingga Gen Z.