fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan tanah air! Komedian Boiyen atau yang memiliki nama asli Yeni Rahmawati, secara drastis memutuskan untuk mengakhiri rumah tangganya yang baru saja seumur jagung. Padahal, Boiyen baru mengikat janji suci pada 15 November 2025 lalu. Namun, belum genap empat bulan berjalan, ia sudah mantap melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tigaraksa.
Langkah hukum ini terbilang sangat berani dan memancing tanda tanya besar bagi publik. Betapa tidak, di tengah badai perpisahan ini, Boiyen justru memilih jalan cerai kilat tanpa menuntut harta gana-gini sepeser pun. Spekulasi liar pun bermunculan, apakah masalah komunikasi yang selama ini jadi alasan utama hanyalah sebuah pintu masuk formal untuk menutupi masalah yang lebih gelap?
Hanya Ingin Pisah, Boiyen Ogah Ribut Soal Aset
Pengacara Boiyen, Anselmus Mallofiks, mengungkapkan bahwa kliennya saat ini hanya fokus pada satu tujuan: lepas dari ikatan pernikahan dengan Rully Anggi Akbar. Tidak ada sengketa materi atau tuntutan aset yang biasanya menghiasi drama perceraian selebritas tanah air.
"Hanya bercerai sih," ujar Anselmus singkat usai menjalani persidangan di Pengadilan Agama Tigaraksa, Selasa 3 Februari 2026. Sikap "masa bodoh" terhadap harta ini semakin memperkuat dugaan bahwa kondisi rumah tangga mereka memang sudah tidak sehat sejak awal.
Alibi Masalah Komunikasi atau Menghindari Kasus Hukum?
Masalah kecocokan dalam pola interaksi selama membangun bahtera rumah tangga menjadi dalih utama di balik gugatan ini. Boiyen merasa pola komunikasi antara dirinya dan suami tidak lagi sejalan. Namun, publik tidak langsung percaya. Muncul kabar miring bahwa sang suami, Rully Anggi Akbar, tengah terjerat persoalan hukum yang cukup serius di kepolisian.
Banyak yang menduga Boiyen sedang melakukan aksi "cuci tangan" agar tidak ikut terseret dalam kasus suaminya. Namun, pihak kuasa hukum Boiyen langsung memberikan bantahan keras terkait isu miring tersebut.
Bantahan Keras: Boiyen Tidak Tahu Urusan Hukum Suami!
Anselmus mengklaim bahwa kliennya sama sekali buta mengenai laporan-laporan hukum yang menyeret nama Rully. Ia menegaskan bahwa perpisahan ini murni karena urusan domestik mereka berdua, bukan karena rasa takut akan sengketa hukum yang sedang membayangi pihak sebelah.
"Mbak Yeni itu sama sekali tidak mengetahui berkaitan dengan perdebatan-perdebatan atau lapor-laporan sebagaimana yang sudah disampaikan oleh pihak sebelah," tegas Anselmus dengan nada lugas.
Kejanggalan yang Terus Tercium Publik
Meski pihak pengacara mencoba bermain aman, aroma kejanggalan tetap tercium kuat. Saat awak media mendesak apakah kebuntuan komunikasi ini sudah terjadi sejak malam pertama, Anselmus memilih untuk tutup mulut dan meminta publik menunggu hasil persidangan.
"Setelah (pernikahan), tapi kita lihat saja persidangannya seperti apa," ucapnya menutup pembicaraan. Apakah persidangan ini akan membongkar fakta yang lebih mencengangkan? Kita tunggu saja babak selanjutnya dari drama cerai kilat Boiyen ini. - Hasyim Ashari/Disway -