Video Awan Terakhir Anya Geraldine Jadi Isyarat Kepergian Vidi Aldiano: Firasat Pilu di Balik Langit

entertainment.fin.co.id - 08/03/2026, 16:45 WIB

Video Awan Terakhir Anya Geraldine Jadi Isyarat Kepergian Vidi Aldiano: Firasat Pilu di Balik Langit

Anya Geraldine bagikan kisah firasat pilu di pesawat saat Vidi Aldiano meninggal. Video awan jadi saksi bisu kepergian sang sahabat.

fin.co.id - Kabar duka cita menyelimuti industri hiburan tanah air. Kepergian sosok ikonik Vidi Aldiano meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga para sahabat dekatnya. Di antara deretan pelayat yang memadati prosesi pemakaman, sosok selebriti Anya Geraldine tampak tak kuasa menahan isak tangisnya. Namun, di balik duka yang menyelimuti, Anya menyimpan cerita mistis sekaligus mengharukan tentang sebuah isyarat alam yang ia rasakan tepat saat sang sahabat menghembuskan napas terakhir.

Firasat di Ketinggian Ribuan Kaki

Anya Geraldine mengungkapkan bahwa ia mendapatkan firasat kuat saat sedang menempuh perjalanan udara dari Singapura menuju Jakarta. Tanpa alasan yang jelas, hatinya tiba-tiba diliputi perasaan pilu yang mendalam hingga air mata jatuh membasahi pipinya. Saat menatap ke luar jendela pesawat, pemandangan awan yang indah justru memberikan sensasi damai yang tidak biasa.

"Aku enggak tahu kenapa, di pesawat kemarin tiba-tiba air mata netes. Terus aku lihat ke luar jendela, lihat awan, tiba-tiba rasanya peaceful (damai) sekali," kenang Anya dengan suara bergetar saat ditemui awak media pada Minggu, 8 Maret 2026.

Advertisement

Karena merasa momen tersebut sangat spesial, Anya memutuskan untuk merekam keindahan formasi awan tersebut melalui ponselnya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa perasaan damai yang ia alami di ketinggian itu merupakan sebuah salam perpisahan terakhir dari sahabatnya, Vidi Aldiano.

Detik-Detik Kabar Duka yang Menghantam

Kejutan pahit baru ia terima sesaat setelah pesawat yang ia tumpangi mendarat di Jakarta. Seorang sahabat bernama Aero memberikan kabar mengejutkan bahwa Vidi telah berpulang. Anya yang sedang dalam perjalanan menuju rumah langsung memeriksa kembali catatan waktu pada rekaman video yang ia simpan di galeri ponselnya.

Setelah mencocokkan waktu, Anya dibuat terpaku. Ternyata, waktu dirinya merasa sedih tanpa sebab di atas pesawat bertepatan dengan momen saat Vidi menghembuskan napas terakhir. "Ternyata beliau meninggal sekitar jam 16.30-an. Di saat itu aku masih di pesawat. Pas aku cek camera roll di galeri, 'Ya ampun, ini jam di mana aku netes air mata tanpa sebab sama sekali'," ungkap Anya seraya kembali mengusap air matanya.

Mengikhlaskan Sahabat Pergi ke Tempat Terbaik

Meski mengaku sangat terpukul karena tidak bisa mendampingi Vidi di detik-detik terakhir hidupnya, Anya berusaha tegar dan ikhlas. Ia memaknai ketenangan yang ia rasakan di balik jendela pesawat sebagai simbol bahwa sahabatnya kini telah lepas dari rasa sakit yang selama ini menderanya.

Anya percaya bahwa kepergian ini adalah jalan terbaik bagi Vidi. "Aku yakin Vidi sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik, yang lebih menenangkan, dan lebih bahagia," tutur Anya dengan tulus.

Bagi Anya, rekaman video awan tersebut bukan sekadar konten atau koleksi foto biasa. Baginya, itu adalah memori sakral yang merekam ikatan batin kuat antar sahabat, sebuah bukti bahwa kasih sayang dan koneksi emosional tidak akan pernah terputus oleh jarak maupun ruang, bahkan oleh maut sekalipun. Anya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini. - Hasyim Ashari/Disway

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID

-->