Fin.co.id - Film horor terbaru yang paling dinantikan tahun ini, Lee Cronin’s The Mummy, berhasil menunjukkan taringnya pada pekan perdana penayangan.
Sejak dirilis secara global pada 17 April 2026, film ini sukses mengamankan posisi ketiga dalam daftar pendapatan terbanyak, tepat di bawah raksasa The Super Mario Galaxy Movie dan Project Hail Mary.
Berdasarkan laporan Variety pada Senin (20/4/2026), karya terbaru Cronin ini berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$13,5 juta atau sekitar Rp231 miliar hanya dalam waktu tiga hari.
Kesuksesan awal ini tidak terlepas dari tangan dingin duo maestro horor dunia, James Wan dan Jason Blum.
Diproduksi melalui Atomic Monster dan Blumhouse Productions bekerja sama dengan Warner Bros. serta New Line, film ini menjadi bagian dari rangkaian kebangkitan film monster modern setelah The Invisible Man (2020) dan Wolf Man (2025).
Meskipun biaya produksinya tergolong efisien di angka US$22 juta (Rp377 miliar), kualitas visual dan kengerian yang ditawarkan disebut-sebut tetap berkelas premium.
"Film ini adalah hibrida antara horor keluarga dan legenda kuno. Nama Lee Cronin disematkan secara eksplisit dalam judul sebagai identitas pembeda yang tegas dari waralaba klasik milik Universal," ungkap laporan industri film global.
Teror Kekuatan Kuno dalam Wadah Gadis Kecil
Lee Cronin's The Mummy membawa premis mencekam tentang sebuah keluarga yang hancur setelah kehilangan putri mereka, Katie (Natalie Grace), di gurun pasir.
Drama berubah menjadi horor supranatural ketika delapan tahun kemudian Katie kembali dalam kondisi misterius setelah ditemukan tersegel di dalam sarkofagus berusia 3.000 tahun.
Kebahagiaan reuni keluarga tersebut segera sirna saat mereka menyadari tubuh Katie kini menjadi inang bagi entitas jahat kuno yang siap menebar maut.
Meskipun meraih angka impresif, The Mummy harus menghadapi dominasi The Super Mario Galaxy Movie yang masih kokoh di posisi puncak.
Film animasi garapan Universal dan Illumination tersebut meraup US$35 juta (Rp600 miliar) minggu ini, membawa total pendapatan kumulatifnya menembus angka fantastis US$747,5 juta (Rp12,8 triliun).
Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh drama fiksi ilmiah Project Hail Mary yang masih menunjukkan daya tarik kuat dengan tambahan pendapatan mingguan sebesar US$20,5 juta (Rp352 miliar).
Menariknya, proyek ini awalnya ditawarkan kepada studio Universal. Namun, Universal memilih menolak karena mereka sedang fokus mengembangkan proyek The Mummy mereka sendiri yang melibatkan aktor ikonik Brendan Fraser dan Rachel Weisz.