fin.co.id - Keisya Levronka akhirnya bikin gebrakan baru yang bikin penasaran. Lewat album terbarunya bertajuk Rombak, penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu galau ini langsung banting setir ke genre pop-rock. Perubahan ini bukan sekadar eksperimen, tapi langkah strategis yang terasa berani dan relevan di tengah tren musik saat ini.
Selama ini, publik mengenal Keisya sebagai penyanyi ballad dengan emosi kuat, terutama lewat lagu seperti “Tak Ingin Usai”. Namun kini, ia menunjukkan sisi berbeda. Lewat Rombak, Keisya menghadirkan energi baru yang lebih dinamis, tanpa meninggalkan ciri khas emosional yang sudah melekat.
Sentuhan Pop-Rock yang Bikin Nostalgia Sekaligus Fresh
Keisya menggarap album ini dengan pendekatan yang cukup unik. Ia mengambil inspirasi dari industri musik Indonesia era 2000-an, khususnya dalam balutan pop-rock. Hasilnya, Rombak terasa seperti mesin waktu yang membawa pendengar ke masa lalu, tapi tetap relevan untuk selera musik masa kini.
Dominasi petikan gitar dan aransemen full-band menjadi kekuatan utama album ini. Elemen tersebut membuat setiap lagu terasa lebih hidup, lebih berani, dan tentunya lebih “nendang”. Pendengar yang tumbuh di era 2000-an akan langsung merasa familiar, sementara generasi muda bisa menikmati sensasi “musik lama terasa baru” yang kini sedang naik daun.
Dengan konsep ini, Keisya seolah membangun jembatan antara dua generasi. Ia tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menangkap momentum tren musik yang sedang berputar kembali.
Daftar Lagu Rombak: Delapan Track Penuh Emosi
Album Rombak berisi delapan lagu yang masing-masing punya karakter kuat. Berikut beberapa judul yang langsung mencuri perhatian:
- Lukis Hari Ini
- Aku Bukan Dia
- Tak Pantas Terluka (Lagi)
- Sembunyi Lebih Lama
- Lagi Lagi Hanya Kamu
- Tawamu
- Rayakanlah
Setiap lagu menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Namun, ada dua lagu yang jadi highlight dan wajib masuk playlist kamu.
“Aku Bukan Dia”, Lagu Utama yang Bikin Relate Maksimal
Kalau harus memilih satu lagu paling menonjol, “Aku Bukan Dia” jelas jadi pusat perhatian. Lagu ini mengangkat tema yang sangat relatable: perasaan tidak pernah jadi prioritas karena pasangan masih terjebak masa lalu.
Ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro, serta diproduseri oleh Lafa Pratomo, lagu ini mengemas rasa sakit dengan cara yang sunyi tapi kompleks. Musiknya mengalir dinamis, intens, namun tetap emosional.
Klimaks lagu ini terasa kuat dan memberi ruang besar bagi vokal Keisya untuk bersinar. Ia berhasil menyampaikan perasaan rapuh sekaligus tegas dalam satu napas. Kombinasi ini membuat “Aku Bukan Dia” terasa dalam dan menghantam.