"Awalnya dia kaget ya, tetapi enggak marah. Dia bilang, 'Emang enggak ada yang jagain?'," cerita Tantri sambil tersenyum.
Namun, situasi berubah drastis setelah Arda menyaksikan rekaman video insiden tersebut yang telanjur viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok. Emosi musisi asal Madiun itu langsung tersulut melihat keselamatan istrinya terancam di atas panggung.
"Dia langsung bilang, 'Tak antemi wongek nekat ketemu sing munggah panggung kuwi' (kalau ketemu aku pukul orang yang naik panggung itu)," tambahnya.
Kendati sempat dikuasai amarah, Arda langsung mengambil langkah bijak dengan berkoordinasi langsung bersama manajemen serta kru teknis band Kotak. Musisi tersebut meminta pihak manajemen memperketat sistem keamanan dan pengawalan di sekitar panggung untuk mengantisipasi kejadian serupa pada jadwal konser berikutnya.
"Jadi memang ya pasti dia agak lumayan protektif lagi lah gitu. Dia mengingatkan sama tim-tim, 'Besok-besok hati-hati ya buat jaga ini segala macam' karena hal-hal seperti ini kan pasti sangat rentan sekali," ungkap Tantri.
Bagi Tantri sendiri, gangguan dari penggemar fanatik sebenarnya bukan pengalaman pertama. Sebelum memutuskan mengenakan hijab, ia pernah menghadapi insiden serupa di berbagai panggung daerah, termasuk kejadian saat dirinya nyaris terjatuh akibat ditarik penonton di wilayah Cianjur.
Pilih Tutup Pintu Jalur Hukum
Meskipun sempat mengalami syok dan guncangan mental, Tantri dengan besar hati memilih untuk mengikhlaskan seluruh kejadian tersebut. Ia enggan memperpanjang masalah dengan melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.
Ibu dua anak itu memilih memandang tindakan nekat sang penonton sebagai bentuk luapan ekspresi kekaguman yang diekspresikan dengan cara yang salah dan keliru.
"Enggak, enggak ada niat buat lapor polisi. Bagi saya sih itu bentuk ekspresif dia aja ya walau bikin aku kaget," tegas Tantri.
Menurutnya, sanksi sosial berupa video yang viral di dunia maya serta amukan massa di lokasi kejadian sudah lebih dari cukup untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Ia bahkan sempat merasa khawatir ketika mendengar kabar bahwa pelaku sempat menjadi sasaran amuk penonton lain.
"Dengan divideo-kan saja kan pasti sudah ini. Katanya sih memang sudah kena bogem banyak orang ya, saya juga enggak ngerti itu. Makanya saya kaget, 'Hah? Ya Allah.' Saya cuman khawatir dia kenapa-napa," pungkasnya.