Kilas Balik Perjalanan Kangen Band: Dari Album Bajakan, Puncak Kejayaan, hingga Bubar
Kangen Band resmi bubar pada 12 September 2026. Dodhy umumkan pembubaran karena masalah internal setelah dua dekade berkarya di musik Indonesia.
Puncak Kejayaan dan Deretan Lagu Legendaris
Nama Kangen Band melejit tinggi ketika mereka merilis album debut komersial bertajuk Tentang Aku, Kau, dan Dia pada tahun 2007. Album ini langsung meledak di pasaran dengan mengandalkan lagu-lagu hits seperti "Tentang Bintang" dan "Selingkuh".
Masyarakat Indonesia menyambut antusias gaya bermusik mereka yang sederhana, lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta aransemen pop melayu yang mudah dicerna. Berkat pencapaian gemilang tersebut, mereka sukses menyabet penghargaan sebagai grup terfavorit di ajang SCTV Awards pada tahun 2007.
Baca Juga
Kesuksesan berlanjut pada tahun berikutnya ketika mereka meluncurkan album kedua bertajuk Bintang 14 Hari pada 2008. Album ini melahirkan lagu-lagu populer abadi seperti "Yolanda" dan "Doy" yang mendominasi tangga lagu radio di seluruh penjuru negeri. Kangen Band menjelma menjadi raksasa industri musik dengan jadwal panggung yang sangat padat.
Konflik Internal dan Dinamika Pergantian Personel
Di balik kesuksesan komersial yang masif, perjalanan Kangen Band tidak pernah sepi dari turbulensi internal. Band ini sering mengalami dinamika keluar-masuk personel akibat perbedaan visi dan persoalan pribadi antaranggota.
Baca Juga
Vokalis utama mereka, Andika Mahesa, sempat memutuskan keluar dari band pada tahun 2012 untuk meniti jalur karier solo. Meskipun sempat bergabung kembali beberapa tahun kemudian, dinamika internal terus mewarnai perjalanan mereka.
Manajemen bahkan sempat merekrut vokalis pengganti seperti Rayhan untuk mengisi posisi vokal demi menjaga eksistensi grup di atas panggung.
Reuni Formasi Awal dan Babak Akhir Perjalanan
Setelah melewati berbagai badai konflik dan pasang surut popularitas, angin segar sempat berhembus pada awal tahun 2020. Para pendiri sepakat merajut kembali silaturahmi dan melakukan reuni formasi awal, termasuk kembalinya Andika Mahesa ke posisi depan.
Formasi klasik tersebut berhasil membangkitkan kembali antusiasme penggemar dan mengembalikan kejayaan mereka di berbagai festival musik Tanah Air. Mereka tetap aktif berkarya, merilis singel baru, dan mengisi panggung hiburan hingga akhirnya keputusan bubar ini resmi diumumkan oleh sang pendiri.