Sebut Bencana Karhutla Mirip Kidzania, Ria Ricis Panen Kritik Pedas Warganet
Ria Ricis panen kritik warganet usai sebut lokasi karhutla mirip Kidzania. Publik nilai unggahan kreator konten tersebut nirempati.
Mengetahui unggahannya memicu kehebohan, Ria Ricis memberikan respons dan klarifikasi melalui kolom komentar. Ia membantah menciptakan istilah tersebut dan mengklaim hanya meniru ucapan orang lain yang ia dengar di lokasi.
"Bukan aku yang bilang kak, aku cuma ikut-ikutan menyalin (copas). Coba nanti aku tanyakan lagi kepada orang yang pertama kali menyebut kata itu ya," jawab Ricis saat membalas komentar salah satu pengikutnya.
Tak berhenti di situ, Ricis juga terlihat langsung menyunting (edit) keterangan tulisan pada unggahan serupa yang tayang di akun Instagram pribadinya guna meredam kritik yang kian meluas.
Baca Juga
Warganet Soroti Ketidakpahaman Soal Sarkasme
Langkah klarifikasi Ricis rupanya tidak mendiamkan kritik publik. Sebaliknya, tanggapan tersebut justru membuat warganet semakin gemas karena menyadari sang publik figur tidak memahami bahwa sebutan "Kidzania" dari komentar awal sebenarnya merupakan bentuk sindiran sarkastik yang ditujukan kepadanya.
Sejumlah warganet pun berusaha memberikan penjelasan secara runtut agar mantan istri Teuku Ryan ini memahami letak kekeliruannya.
Baca Juga
"Sebelumnya terima kasih banyak ya kak sudah mau membantu saudara-saudara kita di sana. Namun, mereka berkomentar seperti itu karena sedang melontarkan sarkasme ke kakak. Maaf sekali kak, ini bukan sekadar mempermasalahkan siapa yang pertama kali mengucapkan kalimat itu," tulis seorang pengguna media sosial.
"Apalagi kakak merupakan seorang publik figur, jadi sangat wajar jika publik berharap kakak bisa lebih peka terhadap konten yang akan diunggah. Sangat disayangkan niat baik kakak justru tertutup oleh keterangan tulisan yang tidak tepat," lanjut warganet tersebut mengakhiri tegurannya.
Hingga kini, kontroversi unggahan tersebut masih meramaikan perbincangan di berbagai platform digital, sementara publik terus mengimbau para figur publik agar lebih bijak dan berempati saat mengunggah konten di lokasi bencana.