- Buka laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/
- Membuat akun KIP Kuliah, kemudian login kembali untuk mendaftar
- Mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan status kelayakan Jika status yang ditampilkan >4, maka siswa harus mengisi biodata, keluarga, ekonomi, rumat, aset, prestasi dan rencana tinggal serta mengunggah dokumen yang diperlukan
- Pilih jalur yang akan ditempuh yakni SNBT 2024
- Centang bagian pakta integritas
- Lalu, mendaftar SNBT di laman https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/
- Isi formulir pendaftaran SNBT
- Unggah beberapa berkas yang diperlukan
- Lakukan finalisasi pendaftaran SNBT
- Jika kedua pendaftaran tersebut telah dilakukan, maka secara otomatis data KIP Kuliah dan SNBT 2024 akan tersinkronisasi
- Melakukan verifikasi kepada pihak kampus jika peserta diterima pada jalur SNBT
3. Jadwal Seleksi SNBT 2024
- Pembuatan akun SNPMB: 8 Januari-15 Februari 2024
- Pendaftaran UTBK SNBT: 21 Maret-5 April 2024
- Pelaksanaan UTBK Gelombang 1: 30 April dan 2-7 Mei 2024
- Pelaksanaan UTBK Gelombang 2: 14-20 Mei 2024
- Pengumuman hasil SNBT: 13 Juni 2024
- Masa unduh sertifikat UTBK: 17 Juni-31 Juli 2024
Melansir laman Puslapdik, KIP Kuliah adalah beasiswa yang diberikan kepada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetapi mempunyai potensi akademik yang baik.
Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknlogi (Kemendikbudristek) telah mengalokasikan anggaran KIP Kuliah sebesar Rp13,9 triliun dengan total sasaran penerima 985.577 mahasiswa. Yakni 200 ribu mahasiswa penerima KIP Kuliah baru serta sisanya adalah mahasiswa penerima KIP Kuliah on going dan penerima bantuan biaya pendidikan on going.
“Sebagai gambaran tahun 2023, jumlah pendaftar mencapai 1 juta lebih sementara alokasi anggarannya hanya untuk 161 ribu mahasiswa, ini artinya hanya sekitar 20 persen yang memperoleh KIP Kuliah. Karena itu, persiapan diri sebaik-baiknya, dan lengkapi semua berkas yang dibutuhkan. Dalam hal ini guru-guru BK harus segera melakukan sosialisasi kepada para siswanya menjelang ujian akhir, “papar Plt. Kepala Puslapdik, Abdul Kahar di laman resmi Puslapdik.
Untuk diketahui, penerima KIP Kuliah 2024 berhak memperoleh dana bantuan pendidikan setiap bulan. Proses pencairan dana dilakukan melalui transfer bank dan melewati beberapa tahap. Mulai dari pengiriman biaya SPP ke pihak kampus hingga pengiriman uang ke rekening penerima. Proses ini memakan waktu yang berbeda-beda, bisa hitungan hari hingga hitungan minggu.
Berdasarkan Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah Merdeka 2024, dana bantuan ini berupa pembiayaan SPP dan uang saku. Bantuan biaya SPP ditransfer langsung oleh Puslapdik kepada perguruan tinggi.
Besaran biaya SPP ditentukan oleh program studi (prodi) dan disesuaikan dengan rata-rata biaya pendidikan mahasiswa non-KIP Kuliah di setiap kampus. Berikut rinciannya:
-Prodi dengan akreditasi Unggul atau A atau Internasional maksimal Rp8.000.000 dan khusus prodi kedokteran maksimal Rp12.000.000
-Prodi dengan akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp4.000.000
-Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp2.400.000
Ada juga bantuan uang saku. Bantuan ini diberikan rutin kepada penerima melalui transfer rekening. Besarannya dibagi dalam lima klaster wilayah. Penentuan klaster mengacu pada hasil survei Badan Pusat Statistik. Cek di bawah ini:
Klaster pertama: Rp800.000 per bulan
Klaster kedua: Rp950.000 per bulan