'Mulan van Java' Raden Ayu Tan Peng Nio: Pendekar Wanita yang Menyamar Jadi Prajurit Laki-Laki dalam Perang Kuning Geger Pecinan

entertainment.fin.co.id - 25/03/2024, 20:36 WIB

'Mulan van Java' Raden Ayu Tan Peng Nio: Pendekar Wanita yang Menyamar Jadi Prajurit Laki-Laki dalam Perang Kuning Geger Pecinan

Mulan van Java Raden Ayu Tan Peng Nio, Pendekar Wanita yang Menyamar Jadi Prajurit Laki-Laki dalam Perang Kuning Geger Pecinan

Kisah tentang prajurit perempuan Tan Peng Niodan kepiawaiannya dalam berperang diabadikan dalam beragam tari Bedhaya di Surakarta dan Yogyakarta.

Tan Peng Nio merupakan anak dari Jenderal Tan Wan Swee. Menurut sejarah, Tan Wan Swee berselisih pendapat dan melakukan pemberontakan yang gagal terhadap Kaisar Qian Long (1711-1799) dari Dinasti Qing. 

Tan Wan Swee menitipkan putrinya Tan Peng Nio kepada sahabatnya, Lia Beeng Goe, seorang ahli pembuat peti mati dan ahli bela diri. 

Setelah pemberontakan itu gagal, Tan Peng Nio menjalani pelarian bersama Lia Beeng Goe ke Singapura. Kemudian berpindah ke Sunda Kelapa (kini Jakarta).

Advertisement

Pada tahun 1741, terjadi sebuah huru-hara yang terkenal dengan nama Geger Pecinan. Saat itu, terjadi pembantaian terhadap etnis Tionghoa oleh tentara VOC. 

BACA JUGA:


Raden Ayu Tan Peng Nio dan suaminya KRT Kolopaking III alias Sulaiman Kertowongso-fin/diolah-

Saat pembantaian terjadi, Lia Beeng Goe dan Tan Peng Nio mengungsi ke arah timur hingga tiba di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah. Di sana mereka bertemu Kiai Honggoyudho yang mahir membuat senjata.

Ketika terjadi peperangan selama 16 tahun (1741-1757) atau dikenal sebagai Perang Kuning oleh Pangeran Garendri. Tan Peng Nio dikabarkan ikut bergabung dengan 200 tentara yang dibentu KRAT Kolopaking II.

Mereka dikirim untuk ikut membantu pasukan Garendri. Saat itu, Tan Peng Nio dikabarkan menyamar sebagai prajurit laki-laki.

Pada abad ke-18, semasa berjuang dalam Perang Geger Pacinan, Tan Peng Nio berkenalan dengan KRT Kolopaking III alias Sulaiman Kertowongso.

Keluarga Kolopaking adalah keluarga bangsawan yang berkuasa di wilayah Banyumas, dekat perbatasan Jawa Barat.

Setelah perang berakhir dengan Perjanjian Giyanti, Tan Peng Nio menikah dengan Sulaiman Kertowongso atau KRT Kolopaking III. 

Dia diberi gelar Raden Ayu sebagai bagian dari keluarga bangsawan Jawa yang menetap di Kutowinangun, Kebumen.

Advertisement
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID

-->