Tugas Boby Ari Setiawan tidak mudah. Dia harus memastikan setiap pemain konsisten dengan gerakannya masing-masing. "Setiap kali ada efek dari satu gigitan, misalnya di tangan atau leher atau kaki, berakibat pada gestur yang berbeda-beda," kata Boby. Ini menuntut fokus dan presisi tinggi dari para pemain.
Selain olah tubuh, proses lokakarya juga melibatkan olah vokal yang ekstrem. Konsep vokal zombie di "Abadi Nan Jaya" juga unik. Mereka membayangkan ketika virus menyerang, dada zombie terasa seperti terbakar. Akibatnya, zombie tidak bisa bernapas lewat hidung, melainkan lewat mulut karena tubuh mereka membutuhkan oksigen besar. Hal ini membuat suara yang keluar dari tubuh mereka menjadi nyaring dan melengking.
"Jadi tantangan bagi pemain bukan hanya pada tubuh, tapi juga menjaga teknik vokal saat menjadi zombie," sambung Boby. Ini adalah tantangan ganda yang harus ditaklukkan para aktor, memastikan zombie mereka tidak hanya bergerak seram, tapi juga bersuara mengerikan.
Latar Belakang Cerita: Jamu Awet Muda dan Wabah Tak Terduga
Film "Abadi Nan Jaya" juga didukung oleh jajaran aktor papan atas, seperti Mikha Tambayong, Eva Celia, Marthino Lio, Dimas Anggara, Ardit Erwandha, Claresta Taufan, Donny Damara, Varen Arianda Calief, dan Kiki Narendra.
Ceritanya berlatar di sebuah desa terpencil dekat Yogyakarta. Desa tersebut menjadi tempat tinggal keluarga pemilik usaha jamu ternama. Plot menjadi gelap ketika ambisi sang kepala keluarga untuk mempertahankan kekuasaannya dan hasratnya untuk tetap awet muda justru memicu keretakan keluarga, yang pada akhirnya meledak menjadi wabah zombie yang tak terduga.
Abadi Nan Jaya menjanjikan perpaduan horor, drama keluarga yang intens, dan elemen lokal yang kuat. Jangan sampai kamu ketinggalan film Netflix Indonesia yang satu ini! (*)