Gosip

Fakta Mengejutkan! Isi Chat WhatsApp Terakhir Ridwan Kamil–Atalia di Tengah Proses Cerai

entertainment.fin.co.id - 05/01/2026, 22:16 WIB

Ridwan Kamil dan Atalia Praratya

fin.co.id – Proses perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya masih menyita perhatian publik. Pasangan yang hampir tiga dekade dikenal harmonis ini kini tengah menjalani tahapan hukum di Pengadilan Agama Bandung, setelah gugatan cerai diajukan Atalia Praratya pada akhir 2025.

Di tengah spekulasi publik soal renggangnya hubungan keduanya, muncul fakta menarik dari balik layar persidangan. Alih-alih memutus komunikasi atau terlibat ketegangan emosional, Ridwan Kamil dan Atalia justru diketahui masih menjalin komunikasi yang terbilang cair melalui aplikasi WhatsApp.

Bukan Soal Konflik, Tapi Urusan Sehari-hari

Advertisement

Gambaran percakapan pasangan yang tengah berproses cerai kerap diasosiasikan dengan konflik atau pembahasan hukum yang kaku. Namun, pengakuan kuasa hukum Ridwan Kamil, Wenda Aluwi, menunjukkan situasi yang jauh berbeda.

Menurut Wenda, hingga kini komunikasi antara Ridwan Kamil dan Atalia masih berlangsung secara rutin. Bahkan, topik pembicaraan mereka kerap menyentuh hal-hal sederhana dalam kehidupan rumah tangga.

"Tadi pagi saja masih chatting melalui WA. Banyak hal yang masih mereka bicarakan, mulai dari kepentingan anak sampai urusan rumah," ujar Wenda kepada awak media, Senin, 5 Januari 2026.

Ia menambahkan, percakapan tersebut tidak jarang berisi hal-hal ringan yang bersifat domestik, termasuk soal keberadaan barang di rumah.

"Maksudnya urusan rumah itu seperti, 'Eh, dulu kamu naruh ini di mana ya?'," sambung Wenda menirukan percakapan kliennya.

Tetap Kompak Demi Anak

Meski keputusan berpisah disebut telah dipertimbangkan matang dan sidang perdana sudah digelar pada 17 Desember 2025, keduanya sepakat menjaga komunikasi yang baik. Langkah itu dilakukan demi kepentingan anak-anak serta menjaga keharmonisan keluarga secara lebih luas.

Tim kuasa hukum menegaskan, Ridwan Kamil dan Atalia memandang bahwa berakhirnya ikatan pernikahan tidak boleh mengganggu tanggung jawab mereka sebagai orang tua. Komunikasi yang terbuka dinilai menjadi kunci agar proses perpisahan berjalan lebih sehat dan tidak menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga.

Hasyim Ashari/Disway

Advertisement
Mihardi
Penulis
-->