fin.co.id - Rumah tangga komedian Boiyen kini tengah menjadi sorotan tajam. Sang suami, Rully Anggi Akbar alias Ezel, mendadak muncul dalam laporan kepolisian terkait dugaan penggelapan dana investasi. Namun, bukan hanya persoalan hukum Ezel yang menjadi perhatian, melainkan terseretnya nama sang istri dalam pusaran kasus bisnis kuliner ini.
Intisari :
- Suami komedian Boiyen, Ezel, dilaporkan atas dugaan penggelapan dana investasi.
- Ezel membantah keras tudingan melarikan diri dan mengaku telah berusaha menghubungi pelapor.
- Dana investasi yang dipermasalahkan sebesar Rp200 juta, bukan Rp400 juta, dan telah diserap untuk operasional bisnis kuliner.
Suami Boiyen Tegaskan Istri Buta Soal Bisnis Kuliner
Ezel secara tegas meminta semua pihak berhenti mengaitkan Boiyen dengan urusan bisnis kulinernya yang kini berujung laporan polisi. Melalui kuasa hukumnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2026), Ezel menegaskan bahwa sang istri sama sekali tidak mengetahui perihal masalah bisnis ini. Ia merasa narasi yang beredar sudah sangat merugikan nama baik istrinya, yang tidak pernah terlibat dalam operasional bisnis tersebut.
Ini bukan persoalan sepele, Sobat Publik! Ezel merasa dikhianati oleh situasi yang terjadi. Ia dengan tegas membantah keras tuduhan yang menyebutkan dirinya tidak punya niat baik atau berusaha melarikan diri dari tanggung jawab. Justru sebaliknya, Ezel mengaku telah berinisiatif menghubungi kuasa hukum pelapor yang berinisial Rio sejak akhir Desember 2025 lalu. Niatnya baik, ingin menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah.
Lebih lanjut, Ezel bahkan sempat meminta waktu hingga tanggal 15 Januari 2026 untuk menyelesaikan segala urusan administrasi dan keuangan yang sedang dipermasalahkan. Namun, sungguh di luar dugaan, laporan polisi justru muncul lebih cepat pada tanggal 5 Januari. "Tiba-tiba sudah ada berita laporan polisi. Saya dibilang melarikan diri, padahal saya yang berusaha menghubungi dan mengajak bertemu," ungkap Ezel dengan nada penuh kekecewaan.
Fakta Dana Investasi: Bukan Penggelapan, Tapi Modal Usaha!
Nah, ini dia yang perlu kamu tahu, Sobat Pembaca! Berapa sebenarnya nominal yang dipermasalahkan dalam kasus ini? Kuasa hukum Ezel, Ben Zebua, dengan gamblang meluruskan kabar miring yang beredar luas. Ia membantah keras penyebutan kerugian mencapai Rp400 juta. Berdasarkan data yang valid dan terkonfirmasi, dana yang masuk ke kliennya ternyata hanya sebesar Rp200 juta.
Penting untuk kamu catat baik-baik, uang sebesar Rp200 juta ini bukanlah uang pinjaman pribadi Ezel. Dana tersebut merupakan modal kerja murni untuk membangun sebuah usaha kuliner bernama "Warung Sateman Indonesia". Lokasi warung ini strategis di Sleman, Yogyakarta. Ben Zebua memastikan bahwa dana tersebut sudah terserap sepenuhnya untuk operasional nyata bisnis tersebut.
Apa saja operasionalnya? Mulai dari biaya sewa lahan hingga pembayaran gaji karyawan. Bukti kuatnya, warung tersebut masih berdiri kokoh dan terus melayani para pembeli setia di kawasan Gejayan, Yogyakarta, hingga detik ini. Ini menunjukkan bahwa usaha tersebut berjalan dan tidak fiktif seperti yang dituduhkan.
Ezel Minta Hentikan Serangan ke Boiyen, Fokus ke Penyelesaian Bisnis
Di tengah prahara ini, Ezel kembali menekankan poin krusialnya. Persoalan bisnis kuliner ini sejatinya sangat kompleks dan murni merupakan urusan pekerjaan. Ia sangat menyayangkan langkah pelapor yang terkesan terburu-buru menempuh jalur hukum. Terlebih lagi, hal ini dilakukan sebelum tenggat waktu musyawarah yang seharusnya diberikan berakhir.
Namun, fokus utama Ezel saat ini tetap satu dan tak teralihkan: membersihkan nama baik Boiyen. Ia ingin menghentikan segala bentuk narasi negatif dan skandal yang menurutnya salah sasaran ini. "Istri saya ikut terbawa, padahal beliau tidak tahu apa-apa. Saya minta waktu untuk menyelesaikan semuanya karena ini urusan bisnis saya," pungkas Ezel dengan penuh keyakinan, berharap Boiyen segera terbebas dari bayang-bayang masalah ini. - Hasyim Ashari/Disway -