Gosip . 14/01/2026, 20:49 WIB

Aurelie Moeremans Bongkar Child Grooming, KPAI: Hapus Narasi Suka Sama Suka!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Kekuatan manipulasi ini mampu membuat korban merasa terisolasi dan tidak memiliki jalan keluar.

Relasi Kuasa yang Timpang: Consent Anak Mustahil Ada

Salah satu poin krusial yang paling ditekankan oleh KPAI adalah soal kedewasaan dan persetujuan anak.

Berkaca pada kasus pernikahan Aurelie yang terjadi saat ia masih di bawah umur, Dian menegaskan sebuah fakta penting.

Narasi "suka sama suka" dalam konteks relasi orang dewasa dengan anak hanyalah mitos belaka yang menyesatkan.

Hal ini karena ada ketimpangan relasi kuasa yang sangat nyata dan tidak bisa diabaikan.

Antara orang dewasa dan anak-anak, jurang pemisah kekuasaan itu sangat lebar.

"Pada konteks anak, tidak ada konsep suka sama suka," tegas Dian Sasmita pada Rabu, 14 Januari 2026.

Ia melanjutkan, "Apalagi jika salah satu pihak adalah orang dewasa."

"Sangat jelas relasi kuasanya timpang."

"Anak belum cukup usia dan belum memiliki kematangan psikis untuk memberikan *consent* dalam relasi demikian," pungkasnya.

Ini adalah sebuah pengingat keras bahwa anak belum siap secara mental untuk membuat keputusan penting yang mengikat.

KPAI Dorong Layanan Pengaduan Berbasis Trauma

Langkah Aurelie Moeremans menuliskan kisahnya bukan sekadar curahan hati.

Namun, ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk segera menyediakan "ruang aman" bagi para penyintas.

           
© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id