Ia mempertanyakan alasan Roby Tremonti yang begitu getol melakukan pembelaan diri di media.
Padahal, menurut Hesti, Aurelie sama sekali tidak pernah mencantumkan nama asli siapapun dalam buku "Broken Strings" yang ditulisnya.
"Ketika klarifikasi menjadi konfirmasi, wkwkwk," pungkas Hesti dengan penuh keyakinan.
Kalimat ini seolah menegaskan bahwa reaksi berlebihan dari pihak tertentu justru berpotensi kuat membenarkan cerita kelam yang tertuang dalam buku tersebut.
Dukungan kuat Hesti ini secara gamblang membuktikan bahwa solidaritas antar perempuan dalam upaya melawan hubungan toksik dan grooming jauh lebih perkasa daripada sekadar ancaman di media sosial. - Hasyim Ashari/Disway -