Dalam curhatnya, Dewi Perssik juga menegaskan bahwa uang yang dibagikan bukanlah jumlah kecil dan merupakan hasil kerja kerasnya sebagai artis.
Ia menggambarkan bagaimana dirinya tetap bekerja hingga larut malam demi mengumpulkan penghasilan tersebut.
“Rp900 juta itu bukan uang kecil, itu duit kerja keras,” tegasnya.
Dewi Perssik juga menjelaskan alasan mengapa ia tidak memberikan seluruh THR dalam bentuk uang tunai.
Menurutnya, pembagian dalam bentuk kombinasi uang dan beras lebih efektif dan memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pokok.
Selain itu, faktor teknis juga menjadi pertimbangan, mengingat jumlah penerima mencapai ribuan orang.
Ia bahkan menyebut pembagian secara manual kepada 8.400 orang akan sangat melelahkan jika dilakukan sendiri.
Lebih lanjut, Dewi Perssik meminta publik untuk tidak hanya fokus pada nominal uang yang diberikan.
Ia menekankan bahwa bantuan beras juga memiliki nilai yang signifikan dan harus dihitung sebagai bagian dari total bantuan.
“Ingat, jangan uangnya saja dihitung, itu ada berasnya,” ujarnya.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana aksi sosial publik figur sering kali menuai pro dan kontra di media sosial.
Di satu sisi, banyak yang mengapresiasi kepedulian Dewi Perssik terhadap warga.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang memberikan kritik, terutama terkait nominal bantuan. (*)