Avenged Sevenfold: Dari Ikon Metalcore Huntington Beach Menjadi Legenda bagi Deathbat Nation Indonesia

entertainment.fin.co.id - 01/04/2026, 11:15 WIB

Avenged Sevenfold: Dari Ikon Metalcore Huntington Beach Menjadi Legenda bagi Deathbat Nation Indonesia

Avenged Sevenfold bakal kembali menggelar konser di Jakarta (Instagram A7X)

Hail to the King (2013) & The Stage (2016)

Jika Hail to the King adalah penghormatan pada rock klasik, The Stage adalah eksplorasi progresif tentang sains dan eksistensi manusia yang rumit.

Life Is But a Dream... (2023)

Karya paling berani yang pernah mereka buat. Menggabungkan elemen avant-garde dan jazz, membuktikan bahwa A7X menolak untuk tetap diam dalam zona nyaman.

Advertisement

Profil Personel dan Kolektivitas di Balik Layar

Di balik megahnya panggung, terdapat sosok-sosok yang menjadi motor penggerak kreativitas band ini:

• M. Shadows (Matthew Charles Sanders) sang vokalis karismatik yang evolusi suaranya—dari screamo hingga bariton yang bersih—menjadi penentu arah musikal band.

• Synyster Gates (Brian Elwin Haner Jr.) Virtuoso gitar yang sering masuk daftar gitaris terbaik dunia. Teknik sweep picking dan kreativitas solonya adalah identitas utama A7X.

• Zacky Vengeance (Zachary James Baker) Penjaga ritme dan pendiri band. Gaya bermain gitarnya yang kidal memberikan keseimbangan visual dan sonik di atas panggung.

• Johnny Christ (Jonathan Lewis Seward) Bassis yang memberikan ketukan solid dan harmoni vokal latar yang tak tergantikan sejak album kedua.

• Brooks Wackerman bergabung pada 2015, mantan drummer Bad Religion ini membawa teknikalitas drum tingkat dewa yang memberikan energi baru pada komposisi lagu terbaru.

• Jimmy "The Rev" Sullivan meski telah tiada sejak 2009, ia tetap menjadi "ruh" band. Banyak ide jenius dalam lagu-lagu ikonik A7X lahir dari pemikiran kreatifnya.

Memori di Stadion Madya GBK

Konser pada Mei 2024 lalu bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah ritual pelepas rindu. Diperkirakan lebih dari 30.000 penonton memadati Stadion Madya GBK, menciptakan lautan manusia yang kompak mengenakan atribut hitam.

Momen paling mengharukan terjadi saat M. Shadows membawakan "Dear God", sebuah lagu yang selama bertahun-tahun jarang mereka bawakan di negara lain namun dipaksakan hadir demi penggemar Indonesia. Gemuruh suara penonton yang mengalahkan suara pengeras suara panggung menjadi bukti betapa lagu tersebut telah menyatu dengan budaya populer di tanah air, mulai dari kafe hingga warnet-warnet di pelosok daerah.

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.

-->