Candaan sederhana itu menjadi salah satu kenangan yang memperlihatkan bagaimana proses kreatif berlangsung dalam suasana santai namun penuh dedikasi.
Mengajak Pendengar Berhenti Sejenak
Bagi Che Cupumanik, hadiah terbesar dari perilisan LUKA KOLEKTIF bukanlah angka streaming maupun popularitas.
Ia berharap lagu dan buku ini mampu membuat pendengar merasa bahwa keresahan yang mereka alami bukanlah sesuatu yang harus ditanggung sendirian.
LUKA KOLEKTIF hadir sebagai refleksi bahwa di balik dunia digital yang serba terhubung, banyak orang sedang menghadapi luka yang sama—terjebak dalam ritme algoritma, kehilangan ruang sunyi, dan perlahan menjauh dari kemanusiaannya sendiri.
Melalui perpaduan musik dan literasi, Che Cupumanik mengajak publik untuk berhenti sejenak, mendengarkan, membaca, lalu kembali mempertanyakan hubungan manusia dengan teknologi di era digital saat ini.